Cari Blog Ini

Senin, 23 November 2015

ASKEP FRAKTUR



.KOSEP MEDIS
I.Pengertian
Fraktur adalah kerusakan kontinuitas jaringan tulang,yang melibatkan kerusakan vasikuler dan jaringan sekitarnya yang ditandai nyeri dan pembengkakan atau terputusnya kontinuitas tulang yang ditentukan sesuai jenis dan luasnya ( Brunner and Suddart,2001 ).
Klasifikasi fraktur dapat dibedakan menjadi :
v  Fraktur tertutup ( closed ) bila tidak ada hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar.
v  Fraktur terbuka  ( open / compound ),bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar,karena adanya pertukaran du kulit.
v  Fraktur komplit ,bilagaris patah tidak melalui seluruh penampung tulang atau patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran ( pergeseran dari posisi normal )
v  Fraktur non komplit adalah patah hanya terjadi pada sebagian  / garis patah tidak mengenbang sehingga tidak mengenal konteks.
II.Etiologi
Penyebab primer fraktur dalah kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh olahraga,exercise yang kuat dan menurunkan nutrisi atau pun di karenakan fraktur spontan yaitu karena kondisi patologis yang mendasari.Hal lain yangh dapat menyebabkan adalah kecelakaan di tempat kerja sejalan perkembangan industri dan Osteoporosis.
III. Patofisiologi
Klasifikasi fraktur di bagi menjadi 2 jenis :
1.Complite frakture adalah patah atau dikontiunitas jaringan tulang yang luas sehingga tulang terbagi dua bagian dan garis patahnya menyebrang dari satu sisi lain sehingga mengenai konteks.
2.Complete fakture adalah patah diskontinuitas jaringan dengan garis patah tidak menyebrang sehingga tidak mengenai konteks ( masalah konteks yang utuh ),sering terjadi pada anak – anak.
Deskripsi frakture :
Grade I : sakit jelas dan sedikit kerusakan kulit
Grade II : Fraktur terbuka,merobek kulit dan otot.
Grade III : banyak sekali jelas kerusakan kuit,otot dan jaringan syaraf,pembuluh darah serta luka sebesar minimal 6.8 cm
IV. Manifestasi klinik
v  Nyeri tekan
v  Bengkak
v  Kerusakan fungsi
v  Gerakan terbatas
v  Ekmosis disekitr lokasi
v  Krepitus disisi frakture
v  Status neurovaskuler pada daerah distal dari tempat frakture mengalami penurunan.
v  Atropi distalr
v  Perubahan warna
v  Pemendekan ekstremitas.
V.Komplikasi
v  Komplikasi awal
v  Shock,yang bisa berakibat fatal dalam beberapa jam setelah cedera
v  Emboli lemak yang dapat trjadi dalam 48 jam/ lebih
v  Sindrom kompartmant,yang brakibat kehilangan fungsi ekstremitas peremanen,jika tidak di tangani segera.
v  Komplikasi lambat
v  Penyauan terlambat atau tidak ada penyaruan,penyatuan terlambat terjadi bila penyembuhan tidak terjadi dengan kecepatan normal untuk jenis dan tempat frakture trtentu.Penyatuan terlambat mungkin beehubungan dengan onfeksi sistemik dan distraksi ( tarikan jauh ) fragmen tulang,pada akhirnya fraktur sembuh.
Tidak adanya penyatuan terjadi karena kegagalan penyatuan ujung – ujung perubahan tulang memobilisasi yang tidak menghentikan pembentukaan halus,jarak yang terlalu jaug antara fragmen tulang,kontak tulang yang terbatas dan gangguan darah yang mengakibatkan nekrosis jaringan.
VI.Penanganan
v  Reduksi fraktur : mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotas anatomis.
v  Reduksi tertutup : reduksi tertutup di lakukan dengan mengembalikan fragmen tulang ke posisinya ( ujung – ujung ) dengan manipulasi traksi manual
v  Traksi : dapat digunakan untuk mendapatkan efek reduksi dan mobilisasi beratnya traksi dap[at di gunakan / disesuaikan dengan spasme otot yang terjadi.
v  Reduksi terbuka : pada frakture tertentu memerlukan reduksi terbuka dan pendekatan bedah,fragmen tulang di reduksi,alat fiksasi intana,dalam bentuk pin,kawat,sekrup,plat paku atau batangan logam dapat di gunakan untuk mempertahankan fragmen tulang dalam posisinya sampai penyembuhan tulang yang terjadi.
v  Imobilisasi frakture : setelah frakture di reduksi fragmen tulang harus di imobilisaasi atau di pertahankan dalam posisi dan ke sejajaran yang benar,sampai terjadi penyatuan.
VII.Pemeriksaan diagnostik
v  Tidak ada test laboratorium yang khusus untuk klien dengan frakture yang diperlu di ketahui hemoglobin,hematorik,sering mudah di sebabksn perdarahan laju endap darah meningkat bila kerusakan jaringan lunak sangat luas.
v  Pada masa penyembuhan Ca dan P meningkat didalam darah
v  Hasil radiografi melelui X – Ray akan dapat dilihat gambaran frakturedeformitas
v  Senogram / anterogram menggambarkan  arus vaskularisasi
v  Ct  scan untuk mendeteksi struktur fraktur yang komplit.
B.PROSES KEPERAWATAN
I.Pengkajian
Yang perlu dikaji :
Biodata :
-          keluan utama
-          riwayat kesehatan sekarang
-          riwayat kesehatan masa lalu
-          riwayat kesehatan keluarga
-          pemeriksaan fisik
II.Diagnosa keperawatan
·         Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan.
  • Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi
  • Potensial terjadinya infeksi b/d adanya luka trbuka.
  • Cemas b/dkurangnya pengetahuan tentang penyakitnya.
III.Intervensi / implementasi
1.Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan.
Tujuan : nyeri dapat berkurang atau teratasi
Intervensi :
1.Observasi tanda – tanda vital
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien
2.Kaji tingkat nyeri klien dengan skala nyeri
Rasional : untuk megetahui sejauh mana tingkat nyeri yang di rasakan
3.Atur posisi klien dengan menyokong ekstremitasyang berluka
Rasional : untuk memberikan kenyamanan pada klien
4.Beri obat analgetik sesuai program
Rasional : untuk mengurangi atau menghilangkan ras nyeri
2.Gangguan pemenuhan ADL / immobilisasi
Tujuan : semua kebutuhan dan aktivitas klien dapat dilakukan sendiri
Intervensi :
1.Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien
2.Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari
Rasional : utuk memenuhi kebutuhan ADLnya
3.Tingkatkan kemandirian klie dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sesuai kemempuan
Rasional : mengurangi ketergantungan kepada orang lain
4.Libatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari – harinya
Rasional : agar keluarga dapat membantu kebutuhan sehari – hari.
3.Potensial terjadi infeksi b/d adanya luka terbuka
Tujuan: tidak terjadi infeksi
Intervensi :
1.Kaji keadaan luka klien dan TTV
Rasional : informasi awal dalam intervensi selanjutnya
2.Kaji apakah ada peningkatan nyeri,rasa terbakar
Rasional : tanda – tanda tersebut merupakan awal terjadi infeksi
3.Ciptakan lingkungan yang bersih di sekitr klien
Rasional : menmcegah terjadinya infeksi
4.Ganti balutan / perban tiap hari
Rasional : untuk mencegah terjadinya infeksi
4.Cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya
Tujuan : klien dan keluarga klien dapat memahami penyakitnya
Intervensi :
1.Kaji tingkat kecemasan klien
Rasional : informasi untuk tindakan selanjutnya
2.Bina hubungan saling percaya antara perawat,klien dan keluarga klien
Rasional : untuk menjalin kerja sama
3.Jelaskan tentang penyakit klien
Rasional : agar klien dan keluarga klien dapat mengerti



IV.Evaluasi
1.Nyeri dapat berkurang atau teratasi
2.Kebutuhan ADL dapat terpenuhi
3 Infeksi tidak terjadi
4.Cemas dapat berkurang atau teratasi.
VIII.Penyimpangan KDM
Trauma yang terjadi pada tulang

memaksa aktivitas                                                 Fraktur                   dilakukan untuk  mengatsi fraktur            

Kerusakan intergritas kulit                   Merangsang pengeluaran               Tindakan pembedahan
   Dan jaringan                                                               histamin,bradikinin.     
Kulit dan jaringan terbuka
                                                      Diterima oleh reseptor nyeri                Terputusnya kontinuitas jaringan
Kontinuitas dengan lingkungan                        Pada modulla
                                                                                                                              Timbul nyeri
Resiko infeksi                                           Di hantarka ke talamus                                   


 
                                                                                                                         Pergerakan terbatas
Corteks cerebri


 
                                                                                                                            ADL terganggu
Nyeri dipersepsikan

Nyeri



        Kurang pengetahuan tentang penyakitnya



                       Stressor menigkat


 


           Koping individu tidak efektive


 



                             Cemas


DAFTAR PUSTAKA







·         Branner and Suddart,2001,Keperawatan Medikal Bedah ,Jakarta EGC.
·         Corovin,Elizabeth.J .200,Buku Saku Patofisiologi,Jakarta ,EGC.
·         Tarvimoto dan Wartanah,2004.KDM dan Proses Keperawatan,Jakarta Salemba Modika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar